GNPF MUI: 200 Pendemo Alami Luka Setelah Polisi Tembakkan Gas Air Mata

GNPF MUI: 200 Pendemo Alami Luka Setelah Polisi Tembakkan Gas Air Mata

10:32 0
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan orang mengalami luka-luka setelah polisi melontarkan gas air mata ke arah peserta aksi 4 November. Mayoritas korban dirawat di RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat karena pengaruh gas air mata. "Ada 165 orang yang dilarikan ke sana," ungkap Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI), ustaz Bachtiar Nasir.

Berdasarkan data yang dihimpun GNPF MUI, korban luka-luka pada malam kericuhan di depan Istana Negara pada Jumat (4/11) mencapai 200 orang. Selain korban lemas, ada satu orang peserta aksi yang menjalani operasi mata karena mengalami goresan yang cukup serius. "Satu orang lagi menjalani operasi di RS Tarakan karena mengalami patah tulang," kata Bachtiar.

Bachtiar memaparkan kericuhan malam itu bermula sekitar pukul 19.30 WIB, yakni ketika tiba-tiba terdengar letupan dari arah depan Istana Negara. Rekaman video menunjukkan, saat itu koordinator GNPF MUI sedang berorasi di atas mobil komando. "Suara letupan dari pelontar gas air mata itu tidak hanya mengagetkan massa, melainkan juga Wapres, Kapolri, dan Panglima TNI yang berada di dalam Istana bersama ustaz Arifin Ilham," ujarnya.

Kapolri dan Panglima TNI langsung bersuara lantang memerintahkan penghentian lontaran gas air mata. Ustaz Bachtiar mengatakan polisi tidak hanya melontarkan gas air mata, namun menembakkan peluru karet. "Kami tidak ingin dibenturkan dengan aparat TNI maupun Polri maka instruksi kami (kepada massa) adalah jangan maju, jangan berlari, dan jangan mundur. Tetap di tempat," kata ustaz Bachtiar dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (5/11).

Berkaca dari reaksi keterkejutan Kapolri dan Panglima TNI, GNPF MUI menduga perintah meletupkan gas air mata tidak berasal dari kedua pemegang tampuk pimpinanan tertinggi di institusi tersebut. "Kelihatannya ada ketidakpatuhan terhadap komando, pimpinan tertinggi mereka," ucap ustaz Bachtiar.

Jumpa pers ini dihadiri seluruh unsur GNPF MUI. Turut hadir pula Direktur RS Budi Kemuliaan, dr Muhammad Badaruddin. GNPF MUI mengapresiasi langkah sigap seluruh pimpinan, dokter, dan perawat RS Budi Kemuliaan dalam memberikan bantuan medis kepada para korban.
Rep: Hasanul Rizqa Red: Reiny Dwinanda
SIANIDA BUKAN PENYEBAB KEMATIAN MIRNA

SIANIDA BUKAN PENYEBAB KEMATIAN MIRNA

14:52 1

JAKARTA -- Pakar patologi forensik berkebangsaan Australia, Beng Beng Ong, dalam persidangan mengungkapkan dugaan bahwa Wayan Mirna Salihin meninggal akibat penyakit jantung.

"Saya menduga karena penyakit jantung, adanya ketidaknormalan (abnormalitas) pasokan darah ke jantung. Namun saya tidak bisa pastikan penyebabnya," ujar Beng Beng Ong di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (6/9) dini hari.

Beng Beng Ong dihadirkan sebagai saksi ahli meringankan untuk Jessica Wongso, terdakwa dalam kasus meninggalnya Wayan Mirna Salihin atas dugaan akibat kopi bersianida. Dosen senior di Universitas Queensland ini melanjutkan, kematian alamiah tidak bisa dikesampingkan begitu saja dalam kasus Mirna karena usia korban masih muda.

Dari pengalaman Beng Beng Ong sebagai patologi forensik, cukup banyak orang berusia muda mengalami kematian mendadak. "Penyebab umumnya adalah gangguan jantung, bisa karena genetika yang mengakibatkan ketidaknormalan kondisi jantung. Selain itu ada embolisme paru-paru dan kadang-kadang penyebab lainnya adalah ayan atau kejang-kejang, juga gangguan pada kelenjar endokrin yaitu kekurangan hormon adrenalin yang menyebabkan korban 'shock' dan dapat meninggal dunia," kata Beng Beng Ong menuturkan.

Pakar patologi ini meyakini Mirna tidak meninggal karena sianida, melainkan karena sesuatu yang tidak bisa dipastikan. Beng Beng Ong mengatakan penyebab kematian bisa ditemukan jika otopsi dan pengambilan sampel dilakukan secepat mungkin, tidak menunggu tiga hari setelah meninggal.

Selain itu, hasil pemeriksaan toksikologi juga tidak mendukung dugaan kematian, karena sianida tidak ditemukan di hati, empedu dan urine, hanya ada di lambung. Sebab menurut dia, jika sengaja dimasukkan ke tubuh melalui pencernaan, sianida dalam jumlah besar pasti akan tertinggal di semua organ dalam vital.

Wayan Mirna Salihin tewas pada Rabu, 6 Januari 2016, di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta. Korban diduga meregang nyawa akibat menenggak kopi es vietnam yang dipesan oleh temannya, terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Red: Nidia Zuraya
Source: Antara

ERDOGAN MINTA OBAMA DAN PUTIN MEMBUAT LARANGAN TERBANG DI SURIAH

ERDOGAN MINTA OBAMA DAN PUTIN MEMBUAT LARANGAN TERBANG DI SURIAH

14:40 0

BEIJING -- Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengusulkan AS dan Rusia membuat zona larangan terbang di Suriah utara. Usulan muncul setelah pasukan Turki berhasil memukul mundur ISIS dari daerah perbatasan.

Presiden Erdogan mengatakan, Turki telah berusaha keras agar daerah utara Suriah itu dapat dinyatakan sebagai zona larangan terbang, termasuk bagi AS dan Rusia. Larangan terbang di Suriah utara diusulkan membentang dari Jarabulus ke Azaz, daerah yang memang masih dikuasai militan ISIS.

"Ini adalah usulan saya untuk Tuan Putin dan Tuan Obama. Ini bisa dilakukan dengan pasukan koalisi," kata Erdogan seperti dilansir Middle East Eye, Senin (5/9).

Turki sendiri terakhir melancarkan operasi di Suriah pada 24 Agustus lalu, dengan mengirim tank dan pasukan khusus untuk mendorong pasukan oposisi. ISIS telah dipaksa berpindah dari posisi terakhir di sepanjang perbatasan Turki, Ahad (4/9), dan mengembalikan sejumlah titik transit utama perekrutan dan persediaan.

Turki sudah sering meminta zona aman di Suriah seperti zona larangan terbang, demi mengembalikan 2,5 juta pengungsi yang melarikan diri dari perang suadara selama lima tahun terakhir. Erdogan meyakinkan semua pemimpin dunia bahwa zona aman bisa diatur di Suriah dan bisa memecahkan kriris pengungsi.

Selain itu, Erdogan mengungkapkan Turki tengah bekerja sama dengan Rusia agar gencatan senjata di Allepo segera diumumkan, setidaknya sebelum Idul Adha. "Kami berusaha agar gencatan senjata bisa diumumkan di daerah tersebut, dan orang-orang di Allepo bisa diselamatkan dari bom," ujar Erdogan.

Rep: Wahyu Suryana / Red: Nidia Zuraya

republika.co.id

TAX AMNESTY TIDAK BERHASIL NEGARA BISA JATUH

TAX AMNESTY TIDAK BERHASIL NEGARA BISA JATUH

10:36 0

JAKARTA -- Anggota Komisi XI Kardaya Warnika menilai, pelaksanaan Tax Amnesty tidak boleh gagal. Sebab, jika Tax Amnesty tidak mencapai target, maka negara bisa jatuh.

''Kalau (Tax Amnesty) tidak berhasil, jatuh negara ini. Maka ini dalam keadaan darurat,'' kata Kardaya, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (3/9).

Menurutnya, Undang-Undang Tax Amnesty dibuat karena target pajak tidak tercapai, serta pendapatan dari bukan pajak juga minim. Artinya, ada harapan besar dari efek Tax Amnesty tersebut untuk menambal lubang APBN yang terus menipis.

Hanya saja, Kardaya menilai target sebesar Rp 165 triliun dari pengampunan pajak ini tak jelas dasarnya. Karena di sisi lain, Bank Indonesia menyatakan pendapatan dari pengampunan pajak maksimal hanya Rp 50 triliun sampai Rp 60 triliun.

''Meski Menkeu mengatakan sudah punya datanya, artinya ada kontradiksi (data BI dengan Pemerintah),'' jelas dia.

Walupun diakuinya pengampunan pajak ini banyak memberikan dampak positif bagi Indonesia. Seperti bertambahnya database perpajakan, serta dana repatriasi yang mengalir ke dalam negeri bisa digunakan menggerakan ekonomi dalam negeri.

Ia mengatakan, jika ingin menarik uang ke dalam negeri, kata kuncinya sederhana, yaitu sediakan tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin menyimpan uangnya di Indonesia. Karena kalau tidak, maka mereka yang punya uang banyak akan lari ke luar negeri karena merasa lebih aman.

Oleh karena itu, perlu sosialisasi sedemikian rupa supaya tidak terjadi pemahaman yang keliru. Ia menegaskan, ikut pengampunan pajak adalah pilihan, bukan kewajiban.

''Tax Amnesty merupakan pertaruhan nama negara, kalau tidak, nama negara jatuh. Dikasih pengampunan saja (WNI) tidak datang, apalagi tidak dikasih. Untuk itu harus benar-benar matang pelaksanaannya,'' ucap dia.

Rep: Eko Supriyadi / Red: Ilham

GOLKAR MULAI MENYIAPKAN PENDAMPING JOKOWI UNTUK 2019

GOLKAR MULAI MENYIAPKAN PENDAMPING JOKOWI UNTUK 2019

10:26 0

JAKARTA -- Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jambi, Gusrizal, mengatakan, partainya harus mulai membidik calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019.

"Bisa Sri Mulyani, Bu Khofifah Indar Parawansa, atau Sri Sultan Hamengku Buwono X," katanya di arena Rakornis Partai Golkar Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I, yang mengusung tema "Solid Terkonsolidasi, Efektif Mengemban Misi, Berjaya Dikala Pemilu", di Jakarta, Sabtu (3/9).

Yang jelas, menurut dia, cawapres pendamping nanti harus memiliki kriteria memiliki visi, misi, kerangka kerja, dan semangat kerja yang sama dengan Presiden Jokowi serta punya prinsip kerakyatan.

Beberapa keputusan dan strategi yang dihasilkan dalam Rakornis Partai Golkar oleh Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I (Jawa dan Sumatera), salah satunya adalah DPP Partai Golkar dan semua DPD Golkar semakin kompak dan mantap untuk memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019.

Strategi pun telah disusun untuk bergerak kepada rakyat secara masif dan menyeluruh. Ia pun mengapresiasi kegiatan DPP untuk menyiapkan lebih dini pemenangan Jokowi.

"Hal itu agar pemerintah bisa lebih konsen untuk melayani rakyat, dan pemilu biar diurus Golkar," katanya.

Menanggapi usulan tersebut, Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I (Jawa-Sumatera), Nusron Wahid mengatakan, boleh saja dan sah-sah saja ada wacana seperti itu. "Tetapi itu baru sebatas usulan, aspirasi, alias wacana. Ya namanya usulan, wacana, silahkan saja. Boleh-boleh saja. Tetapi itu menurut saya masih terlalu jauh," ujar Nusron.

Menurut Nusron, soal siapa cawapres lebih baik diserahkan kepada Presiden Jokowi. "Kita urus Cabup, Cawabup serta Calon gubernur dan Wakil Gubernur saja, dan kita susun strateginya agar yang sudah kita tetapkan benar-benar mendapatkan dukungan rakyat. Karena poin itu sebenarnya yang menjadi salah satu agenda utama Rakornis Partai Golkar Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I yang dilaksanakan dalam dua hari ini," tuturnya.

Red: Indira Rezkisari
Source: Antara

republika.co.id

SANDIAGA: WARGA JAKARTA BUTUH LAPANGAN PEKERJAAN

SANDIAGA: WARGA JAKARTA BUTUH LAPANGAN PEKERJAAN

10:33 0

JAKARTA -- Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, urusan lapangan kerja lebih penting dibanding membangun jalur ruang terbuka hijau. Apalagi, pembangunan taman itu dengan menggusur tempat tinggal warga yang sudah susah.

"Buat jalur hijau lebih penting, tapi urusan dengan perut warga dan lapangan pekerjaan jauh lebih penting diurus dan harga-harga dan biaya hidup yang naik terus di Jakarta," kata Sandiaga di Jakarta, Jumat (2/9).

Hal tersebut terkait pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat yang mengatakan, masalah penggusuran yang dampaknya kadang dijadikan politik. Sandiaga mengatakan sepakat dengan apa yang dikatakan Djarot.

"Saya mengajak teman-teman untuk memilah unsur politisnya dan kebijakannya. Kebijakannya saya kritisi kebetulan melalui aspirasi masyarakat, bahwa masalah ini (pertamanan) bukan masalah yang urgent di masyarakat," kata Sandiaga.

Sandiaga menyinggung harga daging di Jakarta yang saat ini sudah dua kali lipat dibandingkan harga daging di Malaysia. Hal tersebut seharusnya menjadi penting dan harus dijadikan fokus oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Sementara itu, menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 12 September harga-harga sembako masih tinggi, terutama harga daging sapi yang mencapai Rp 120 ribu perkilogram. "Saya lihat kembali, bahwa solusinya belum dilakukan oleh Pemprov dan terobosan untuk menyederhanakan rantai distribusi barang belum terjadi di lapangan," kata Sandiaga.

Red: Ilham
Source: Antara

http://republika.co.id

PKB BELUM TENTUKAN CALON YANG AKAN DIUSUNG PADA PILKADA DKI

PKB BELUM TENTUKAN CALON YANG AKAN DIUSUNG PADA PILKADA DKI

10:30 0

JAKARTA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengajak sejumlah partai politik lainnya kompak demi memenangkan Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang. Sejumlah nama masuk sebagai kandidat yang akan diusung PKB, seperti Sandiaga Uno, Yusril Ihza Mahendra, hingga Rizal Ramli.

"Yang penting kompak, sehingga nantinya bisa menang," kata Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar saat dikonfirmasi terkait dengan upaya mendongkrak elektabilitas partai dan calon yang diusung dalam Pilkada DKI Jakarta, Kamis (1/9) malam.

Cak Imin, sapaan akrabnya yang ditemui dalam kegiatan pelantikan DPC PKB Kota Kediri di GNI Kota Kediri, tersebut mengatakan hingga kini PKB masih terus menyusun kekuatan dengan menggandeng sejumlah partai lain. Partai-partai yang diajak untuk bergabung bersama antara lain Partai Demokrat, PPP, maupun Partai Gerindra.

Sayangnya, Cak Imin masih enggan mengungkapkan siapa yang akan diusung menjadi cagub DKI yang bakal dijagokan pada hajatan Ibu Kota. "Ada Sandiaga, Yusril, Rizal Ramli. Nama-nama itu menjadi calon gubernur, tapi nanti menunggu istikarah dari KH Said," katanya.

Pada Pilgub DKI, sejumlah nama sudah menyatakan akan maju menantang pejawat Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dinilai elektabilitasnya terus menurun. Berdasarkan survei Lembaga Survey Politik Indonesia (LSPI) yang dirilis hari ini, elektabilitas para penantang Ahok justru cenderung meningkat sementara Ahok menurun.

Direktur Riset LSPI Julpan Haris, mengatakan, hasil survei dilakukan pada 22-28 Agustus 2016 dengan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 440 responden, dengan margin of error sebesar 4,8 persen pada tingat kepercayaan 95 persen. "Penggalian data dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung oleh tim surveyor yang terlatih," kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Julpan mengatakan, terjadi gejala penurunan suara elektabilitas Ahok jika dibandingkan dengan survei LSPI sebelumnya. Pada simulasi empat nama cagub, Ahok dipilih 35 persen, disusul Yusril (30,4 persen) Rismaharani (11,2 persen), dan Sandiaga (5,8 persen) dengan angka yang belum memutuskan sebesar 17,6 persen.

Pada survey LSPI sebelumnya dengan simulasi empat nama, Ahok mendapatkan 36,2 persen, Yusril (28,6 persen), Risma (9,4 persen), dan Sandiaga (3,1 persen). Demikian pula pada data top of mind, Ahok cenderung terus turun, sementara penantangnya cenderung naik.

Ia menjelaskan, beberapa alasan yang menjelaskan penurunan suara Ahok ini menurut pengakuan responden adalah banyaknya persoalan di DKI Jakarta yang dianggap tidak mampu diselesaikan. Selain itu, banyaknya kontroversi personaliti Ahok yang berkembang di media dan media sosial menjadi alasan para responden tidak memilih Ahok.

Kecenderungan penurunan ini paralel dengan angka ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Ahok dalam persoalan pelayanan publik, terutama persoalan kemacetan yang dianggap responden justru semakin meningkat. "Isu lainnya yang dianggap memiliki sentimen negatif terhadap Ahok adalah isu korupsi yang melibatkan Ahok seperti reklamasi, sumber waras dan rusun Cengkareng‎," kata dia.

Sementara di sisi lain, beberapa calon lawan Ahok yang dianggap potensial, mengalami fluktuasi elektoral secara beragam. Yusril misalnya. Menurut LSPI, ia mengalami kenaikan meski tidak signifikan.

Begitu juga Sandiaga yang sudah diusung Gerindra. Nama Risma yang paling banyak dianggap sebagai lawan potensial Ahok juga tidak mengalami kenaikan signifikan. "Khusus soal Risma, responden beralasan ketidakpastian PDIP dalam menyalonkan Risma," ucap dia.

Data simulasi pasangan calon juga menunjukkan data yang menarik. Jika Ahok bersama Djarot berhadapan-hadapan dengan Yusril Ihza-Sandiaga Uno, selisih perolehan keduanya terpaut hanya 11 persen, Ahok-Djarot 48,8 persen dan Yusril-Sandi 37,3 persen dengan angka yang belum memutuskan sebesar 13,9 persen. Jadi, kata dia, survei LSPI juga menunjukkan potensi pasangan Yusril-Sandiaga jika mereka berpasangan dapat mengejar calon pejawat jika berpasangan dengan Djarot.

"‎Jika pilkada terdiri dari tiga pasangan, maka maka potensi untuk terjadinya dua putaran sangat tinggi dan Ahok berpeluang untuk dikalahkan oleh lawan politiknya," kata dia.

Red: Karta Raharja Ucu
Source: Antara

http://republika.co.id

"Pemuda Menulis" Sebagai Media Saya Dalam Belajar Menulis

21:40 0
Hal paling penting dan utama yang harus dilakukan oleh seorang blogger adalah menulis. Bahkan kegiatan ngeblog adalah menulis itu sendiri. Seorang blogger, sesibuk apapun dia harus meluangkan waktu paling tidak satu jam untuk mengabdate blog nya dengan artikel baru.



Tanpa menulis kegiatan ngeblog itu tiada berarti apa apa. Memang untuk mengisi konten blog bisa dengan cara mengCopas artikel milik blogger lain. Akan tetapi jenis blogger seperti ini sebenarnya tidak layak disebut blogger. Dia mungkin hanya bisa disebut sebagai tukang copas saja.

Blogger yang sesungguhnya adalah mereka yang kreativ dan selalu berinovasi dalam menyajikan konten yang nermanfaat buat pengunjung blog nya. Dalam menyajikan konten tersebut dia anti copas dan hanya mempublish konten unik hasil karya sendiri.

Namun bagaimana dengan mereka yang masih baru dalam dunia blogging, seperti saya. Tentu blogger seperti saya sangat sulit membuat tulisan menarik dan unik karena memang belum terbiasa menulis. Untuk membuat satu artikel saja kadang tidak selesai dalam beberapa hari.

Maka, untuk blogger pemula harus diketahui bahwa semua blogger awalnya memang mengalami hal serupa. Diawal-awal ngeblog mereka yang saat ini menjadi master dalam dunia blogging juga mengalami hal yang sama. Oleh karenanya, tidak usah berkecil hati gara gara keinginan ngeblog yang terlanjur menggebu-gebu tidak didukung dengan kemampuan menulis artikel.

Yang terpenting kita senantiasa belajar meningkatkan kemampuan menulis kita. Sebenarnya menulis itu hanya masalah biasa atau tidak biasa. Menulis memang terasa sulit bagi mereka yang masih baru memulai. Sedangkan bagi mereka yang sudah biasa tidak kesulitan sedikitpun untuk hanya mengeluarkan uneg uneg kedalam bentuk tulisan.

Berikut ini saya akan membagikan pengalaman saya dalam belajar menulis . Sebelum mengenal dunia blogging saya belum pernah belajar yang namanya menulis. Baru setelah saya mempunyai blog terdorong untuk menulis. Pada awalnya saya browsing di internet untuk sekedar mencari tahu bagaiamana cara menulis yang benar.

Disamping itu saya meyakinkan diri saya bahwa, dengan latarbelakang yang belum pernah bersentuhan dengan dunia tulis menulis ini, masih mempunyai kesempatan untuk belajar menulis.

Nah, pertama-pertama saya menulis pengalaman pribadi dalam menjalani aktivitas sehari hari. Karena memang untuk menulis tema-tema yang berat belum bisa saya lakukan. Satu satunya tema yang bisa saya tuangkan adalah pengalaman sehari hari. Bagi anda yang mempunyai nasib seperti saya tentu ada baiknya jika anda mulai meluangkan waktu untuk sekedar corat coret menuliskan pengalamannya.

Walaupun begitu, tetap saja saya mengalami kesulitan untuk menuangkan pengalaman tersebut ke dalam bentuk tulisan. Bisa dibilang kesulitan yang paling mencolok yang terjadi pada diri saya adalah memgembangkan ide-ide menjadi sub ide sehingga membentuk tulisan yang panjang.

Namun, kesulitan-kesulitan itu tidak membuat saya berhenti. Saya terus mengasah kemampuan menulis yang saya miliki. Karena saya yakin hanya dengan usaha yang sungguh-sungguh dan latihan yang banyak cita-cita bisa menulis bisa tercapai.

Berikutnya, ketika saya mulai menulis setiap hari, tentang apa saja yang bisa saya tulis, seringkali saya mengalami mood yang tidak baik. Ada saja rintangan yang memaksa untuk berhenti menulis. Kalau penyakit ini muncul biasanya saya tinggalkan aktivitas menulis ini. Hingga beberapa hari absen. Baru kegiatan ini dimulai kembali ketika membaca artikel di internet yang bisa membangkitkan kembali gairah menulis.

Sampai saat ini, melalui media blog "Pemuda Menulis" ini saya berusaha sebisa mungkin berlatih menulis walaupun dari sisi kualitas tulisan yang saya hasilkan sangat jauh dari layak untuk di publish di blog.

Oleh karenanya, para pengunjung sekalian, jika anda kebetulan mampir ke blog ini tidak usah kecewa membaca tulisan jelek yang saya tulis. Justru dengan anda mengunjungi blog ini saya berharap anda memberi saran dan masukan tentang teknik menulis yang benar.

Sekian dulu coretan saya, sampai ketemu pada postingan selanjutnya. Curhat ini saya tulis di daerah Ngagel Surabaya pada saat saya mampir di warkop yang free wi-fi. Kebetulan seminggu terakhir ini kantong lagi kempes sehingga belum bisa membeli paket internet. Doakan mudah-mudahan besok bisa beli paket sehingga untuk melakukan kegiatan mgeblog tidak perlu lagi numpang wifi di warkop.